LEGO Smart Bricks: Menciptakan Kembali Permainan di Era Waktu Layar

12

LEGO telah meluncurkan Smart Brick barunya di CES 2026 di Las Vegas, sebuah langkah yang dilakukan ketika orang tua dan pendidik menilai kembali peran perangkat digital dalam perkembangan masa kanak-kanak. Ini bukan hanya balok plastik; itu adalah mainan interaktif yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara permainan fisik dan teknologi. Waktunya sangat penting: meskipun layar mendominasi kehidupan anak-anak, terdapat dorongan yang semakin besar untuk mendapatkan kembali manfaat dari pengalaman langsung dan sentuhan.

Cara Kerja Smart Bricks

Sistem Smart Brick bukanlah sebuah komponen tunggal namun bergantung pada tag kecil yang dapat dilampirkan yang menentukan tindakannya. Setelah dipasangkan, menggoyangkan batu bata akan mengaktifkan fitur-fiturnya, termasuk lampu, suara, dan respons interaktif. Batu bata tersebut dapat berkomunikasi satu sama lain, memungkinkan skenario dinamis yang meniru interaksi dunia nyata.

Skenario Interaktif: Melampaui Bangunan Sederhana

Demonstrasinya termasuk induk bebek dengan anak itik yang “berperilaku buruk” dengan berkuak dan bahkan menirukan perut kembung saat induknya tidak melihat. Contoh lain melibatkan bebek yang berlomba dengan skateboard menuju piala, dengan piala yang terbuat dari batu bata mengidentifikasi bebek terdekat sebagai pemenang. Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membuat game sederhana dan menarik dengan sentuhan teknologi.

Rilis Awal: Hanya Set Star Wars

Untuk saat ini, Smart Bricks akan eksklusif untuk set LEGO Star Wars. Kemitraan dengan Lucasfilm ini memungkinkan skenario yang sangat interaktif. Darth Vader bisa “bernyanyi”, Chewbacca bisa “mendengkur” saat dibelai, dan pertarungan ikonik menjadi hidup dengan cahaya dan suara.

“Yang menyenangkan dari hal ini adalah mengeksplorasi dan menemukan melalui permainan,” David Filon, chief creative officer Lucasfilm, mengatakan kepada Euronews Next. “Jika Anda menggerakkan sesuatu secara berbeda, jika Anda bergerak cepat, kapal luar angkasa akan mengeluarkan suara yang berbeda semakin cepat Anda melaju… mungkin ada beberapa pengalaman menyenangkan yang Anda dapatkan di sana.”

Fitur dan Spesifikasi Utama

Teknologi Smart Brick membutuhkan waktu delapan tahun untuk dikembangkan. Batu batanya sendiri berukuran sama dengan batu bata LEGO 2×4 standar dan diisi daya secara nirkabel pada pad, menawarkan penggunaan sekitar 45 menit per pengisian daya. Khususnya, batu bata tersebut tidak mengandung baterai, dan sepenuhnya mengandalkan pengisian daya induktif.

Kembali ke Permainan Fisik?

Para eksekutif LEGO menekankan bahwa ini bukan tentang menggantikan pengalaman digital, namun meningkatkan permainan fisik. Tom Donaldson, wakil presiden senior LEGO, menyatakan bahwa permainan fisik memiliki “manfaat luar biasa” lebih dari sekedar hiburan. Dia berpendapat bahwa miniaturisasi dan kemajuan teknologi yang lebih luas akan membuat pengalaman sentuhan menjadi lebih mudah.

“Saya berharap permainan imajinatif yang lebih luas akan semakin kuat… baik dalam bentuk digital atau dalam bentuk fisik.”

Pengenalan LEGO Smart Bricks mencerminkan tren yang lebih luas: semakin besarnya pengakuan bahwa permainan fisik tetap penting untuk perkembangan. Teknologi ini bisa menjadi awal dari sebuah tren di mana perusahaan secara aktif mencari cara untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pengalaman langsung, bukan hanya bersaing untuk mendapatkan waktu pemakaian perangkat.