CEO Instagram Membantah Klaim Mendengarkan Mikrofon

16

CEO Instagram Adam Mosseri telah secara langsung mengatasi kekhawatiran lama pengguna bahwa platform tersebut secara diam-diam merekam audio melalui mikrofon telepon untuk iklan bertarget. Dalam pernyataan video baru-baru ini, Mosseri dengan tegas membantah klaim tersebut, dengan menyatakan bahwa praktik seperti itu akan menjadi “pelanggaran privasi yang berat” dan akan dapat terdeteksi karena baterai terkuras dan pemberitahuan penggunaan mikrofon terlihat.

Mengapa Mitos Masih Ada

Persepsi bahwa aplikasi melakukan penyadapan berasal dari sifat iklan bertarget yang sangat akurat, yang sering kali mencerminkan percakapan pribadi baru-baru ini. Hal ini membuat banyak orang percaya bahwa ponsel mereka dipantau secara aktif. Namun, Mosseri menjelaskan bukan itu masalahnya; Mekanisme pelacakan Instagram jauh lebih langsung.

Cara Kerja Iklan Bertarget Sebenarnya

Alih-alih merekam audio secara diam-diam, Instagram mengandalkan pengumpulan data ekstensif di dalam aplikasi itu sendiri. Ini termasuk melacak klik pengguna, interaksi profil, dan berbagi data lintas platform melalui layanan milik Meta seperti Facebook dan Threads. Pengguna pada dasarnya memberikan data ini dengan sukarela melalui perjanjian penggunaan platform.

Peran Pialang Data dan Pengiklan

Keakuratan iklan tidak terbatas pada pelacakan internal Instagram. Pengiklan eksternal dan pialang data telah memiliki sejumlah besar informasi pengguna, sehingga semakin menyempurnakan kemampuan penargetan. Artinya, bahkan tanpa pengawasan audio, iklan dapat tampak sangat relevan berdasarkan profil pengguna yang sudah ada.

Kesimpulannya, meskipun gagasan Instagram mendengarkan melalui mikrofon tidak terbukti, praktik pengumpulan data platform ini sangat efektif dalam menayangkan iklan bertarget. Akurasinya bukan karena rekaman rahasia, melainkan karena pelacakan perilaku pengguna yang transparan dan ekstensif.