Penjualan Ponsel Cerdas Menentang Hambatan Ekonomi: Lonjakan Preorder iPhone 17

9

Meskipun tarif masih berlaku dan ketidakpastian ekonomi yang lebih luas, penjualan ponsel pintar global meningkat pada kuartal ketiga tahun 2025, naik 2,6% dari tahun ke tahun menjadi 322,7 juta unit. Data yang dirilis oleh International Data Corporation (IDC) ini menandakan ketahanan pasar yang sering dianggap sensitif terhadap tekanan ekonomi. Tren ini sebagian besar didorong oleh perangkat premium, terutama iPhone 17 dari Apple dan seri ponsel lipat terbaru dari Samsung, yang membuktikan bahwa konsumen masih mencari ponsel kelas atas meskipun anggaran terbatas.

Permintaan iPhone 17 Melebihi Ekspektasi

Preorder iPhone 17 yang diluncurkan bulan lalu sudah melampaui iPhone 16 pada tahun sebelumnya. Apple mengirimkan 58,6 juta unit pada kuartal ini, meningkat 2,9% dari tahun 2024. Meskipun mengesankan, Samsung tetap menjadi pemimpin pasar: perusahaan ini menjual 61,4 juta ponsel cerdas, menguasai 19% pangsa pasar global – meningkat 6,3% dari tahun lalu. Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7 juga mencatat rekor penjualan, menunjukkan bahwa teknologi lipat mendapatkan daya tarik utama.

Peran Pembiayaan dan Tukar Tambah

IDC mengaitkan pertumbuhan penjualan yang mengejutkan ini dengan opsi pembiayaan yang agresif dan program tukar tambah. Seperti yang dijelaskan oleh Nabila Popal, direktur penelitian senior IDC, “[Pembuat ponsel] telah menguasai seni inovasi tidak hanya dalam perangkat keras dan perangkat lunak untuk menarik peningkatan, namun juga dalam menghilangkan hambatan pembelian. Mereka dengan sempurna memadukan perangkat mutakhir dengan model pembiayaan inovatif dan program tukar tambah yang agresif sehingga membuat keputusan peningkatan tidak perlu dipikirkan lagi oleh konsumen.”

Artinya, meskipun harga ponsel berkisar antara $800 dan $2.000, konsumen mudah diyakinkan untuk melakukan upgrade berkat insentif ini. Kemampuan untuk menyebarkan pembayaran atau memperdagangkan perangkat lama menurunkan beban keuangan langsung, sehingga pembelian barang-barang mewah menjadi lebih mudah diakses.

Perincian Pangsa Pasar

Selain Apple dan Samsung, lanskap ponsel pintar didominasi oleh Xiaomi (pangsa pasar 13,5%), Transsion (9%), dan Vivo (8,9%). Pemain lain – termasuk Oppo, Honor, Motorola, dan Google – secara kolektif menyumbang 31,4% penjualan.

Hal ini menunjukkan pasar yang kompetitif di mana merek-merek mapan berjuang untuk mendominasi sambil tetap memberikan ruang bagi produsen kecil untuk bersaing. Pertumbuhan secara keseluruhan menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan ekonomi, permintaan terhadap ponsel pintar tetap kuat, didorong oleh inovasi dan strategi pemasaran yang cerdas.

Penjualan ponsel pintar terus melampaui ekspektasi, membuktikan bahwa industri ini mampu melewati badai ekonomi melalui inovasi dan pembiayaan cerdas. Tren ini menimbulkan pertanyaan mengenai perilaku konsumen dan efektivitas taktik pemasaran, namun angka-angka tersebut jelas menunjukkan bahwa masyarakat masih bersedia mengeluarkan uang untuk membeli perangkat premium.