Meta Akan Memotong 20% Tenaga Kerja Di Tengah Lonjakan Investasi AI

8

Meta sedang bersiap untuk melakukan PHK secara signifikan – sekitar seperlima dari tenaga kerjanya – seiring dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Langkah tersebut, yang dilaporkan oleh Reuters dengan mengutip sumber anonim, menandakan adanya pergeseran strategis menuju otomatisasi dan pengurangan biaya meskipun terdapat pengeluaran yang agresif di sektor AI.

Alasan Dibalik Pemotongan

PHK ini dimaksudkan untuk menyederhanakan operasi seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada agen AI untuk tugas sehari-hari, sekaligus mengimbangi meningkatnya biaya pembangunan infrastruktur AI. Hal ini bukanlah pola baru bagi Meta, yang sebelumnya telah memangkas 21.000 pekerjaan antara tahun 2022 dan 2023. Namun, putaran pemotongan ini berbeda karena terjadi saat Meta secara agresif beralih ke pengembangan model AI-nya sendiri.

Pengeluaran dengan Taruhan Tinggi dalam Perlombaan AI

CEO Meta Mark Zuckerberg secara pribadi telah mempelopori strategi akuisisi bakat yang mahal, termasuk merekrut salah satu pendiri Scale AI sebesar $14,3 miliar dan menawarkan bonus penandatanganan besar-besaran kepada para insinyur OpenAI. Perusahaan juga telah membentuk “tim superintelligence” yang berfokus pada pencapaian kecerdasan umum buatan (AGI).

Terlepas dari investasi ini, proyek AI Meta belum memberikan keuntungan publik yang signifikan. Peluncuran model dasarnya, “Avocado”, telah ditunda, dan upaya sebelumnya untuk meluncurkan model Llama 4 menghadapi kemunduran. Masalah baru-baru ini meluas ke kacamata pintar bertenaga AI, yang terlibat dalam gugatan class action atas masalah privasi.

Tren Industri yang Lebih Luas

Meta tidak sendirian dalam tren ini. Perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Block, dan Atlassian juga telah mengumumkan PHK, dengan alasan peningkatan efisiensi yang didorong oleh AI sebagai faktor kuncinya. Pergeseran ini mencerminkan pola industri yang lebih luas: otomatisasi memungkinkan perusahaan mencapai lebih banyak hal dengan lebih sedikit karyawan. Zuckerberg sendiri baru-baru ini mengatakan kepada investor bahwa AI kini memungkinkan “proyek yang dulunya membutuhkan tim besar kini dapat diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat.”

Implikasi dan Kekhawatiran

PHK ini menggarisbawahi sifat pertaruhan tinggi dalam perlombaan AI, di mana investasi besar-besaran tidak selalu memberikan hasil yang langsung. Kombinasi antara pembelanjaan yang agresif, proyek yang tertunda, dan tantangan hukum menunjukkan bahwa Meta menghadapi tekanan yang signifikan untuk menunjukkan ROI pada inisiatif AI-nya. Langkah ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan dunia kerja di industri teknologi, di mana otomatisasi berbasis AI mungkin akan terus menggantikan tenaga manusia.

Laporan mengenai pengurangan tenaga kerja di Meta merupakan tanda yang jelas bahwa perusahaan-perusahaan dengan pendanaan paling besar sekalipun sedang mengkaji ulang kebutuhan tenaga kerja mereka mengingat kemajuan pesat AI.