OpenAI menghentikan aplikasi pembuatan video Sora, sebuah platform yang memungkinkan pengguna membuat video yang dihasilkan AI dari perintah teks. Keputusan ini diambil setelah meningkatnya kritik mengenai potensi penyalahgunaan aplikasi, termasuk pembuatan deepfake dan penggunaan tanpa izin atas kemiripan dengan tokoh masyarakat.
Kebangkitan dan Pertumbuhan Sora yang Pesat
Diluncurkan pada akhir tahun 2024, Sora dengan cepat mendapatkan daya tarik sebagai pusat konten pendek yang dihasilkan AI. Pengguna membuat berbagai macam video, mulai dari skenario nyata (seperti Michael Jackson mencuri KFC) hingga deepfake yang realistis. OpenAI memperkenalkan Sora sebagai aplikasi mandiri pada bulan September 2025, berupaya memanfaatkan popularitas platform seperti TikTok dan Instagram, namun langkah tersebut memicu gelombang kekhawatiran etika dan hukum.
Reaksi dan Pembatasan
Kelompok advokasi, akademisi, dan pakar industri menyuarakan kekhawatiran atas kemampuan Sora dalam menghasilkan konten berbahaya, termasuk deepfake non-konsensual. OpenAI meresponsnya dengan membatasi penggunaan gambar tokoh masyarakat, namun hal ini dilakukan setelah mendapat tekanan dari pihak perkebunan dan serikat pekerja. Kemudahan penggunaan dan pertumbuhan aplikasi yang pesat membuat aplikasi ini sulit untuk dimoderasi secara efektif.
Kemitraan dan Penutupan Disney
Hanya tiga bulan sebelumnya, OpenAI telah menandatangani perjanjian lisensi tiga tahun dengan Disney, yang memungkinkan pengguna Sora membuat video menggunakan karakter dari Marvel, Pixar, dan Star Wars. Namun, keputusan OpenAI untuk menutup Sora tampaknya mencerminkan ketidakmampuan perusahaan untuk mengatasi risiko yang terkait dengan pembuatan video AI yang tidak dibatasi. Disney mengakui langkah tersebut dan menyatakan bahwa mereka menghormati pilihan OpenAI untuk mengubah prioritas.
Dampak dan Rencana Masa Depan
OpenAI telah meyakinkan pengguna bahwa fungsi pembuatan gambar ChatGPT tidak akan terpengaruh. Penutupan Sora menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan inovasi dengan pertimbangan etis di bidang kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Insiden ini menggarisbawahi bahwa alat AI generatif yang tidak terkendali dapat menimbulkan risiko yang signifikan, memaksa perusahaan untuk membuat pilihan sulit antara ekspansi dan pengembangan yang bertanggung jawab.
Penutupan Sora yang terjadi secara cepat menunjukkan meningkatnya kesadaran dalam industri teknologi akan perlunya perlindungan yang lebih kuat dan kebijakan moderasi yang lebih proaktif untuk teknologi AI generatif.
