Pemerintahan Trump secara aktif menjajaki pembuatan kerangka federal untuk mengawasi penerapan model kecerdasan buatan baru, yang menandai perubahan signifikan dalam pendekatannya terhadap teknologi besar. Menurut laporan dari The New York Times, pejabat Gedung Putih sedang membentuk kelompok kerja khusus yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan pemimpin teknologi. Kelompok ini bertugas menentukan proses peninjauan formal untuk sistem AI sebelum mencapai pasar.
Kerangka Kerja Kolaboratif Baru
Mekanisme pengawasan yang diusulkan berasal dari diskusi tingkat tinggi baru-baru ini di Gedung Putih, yang mencakup perwakilan dari pemain industri besar seperti Anthropic, Google, dan OpenAI. Pemerintahan Trump tampaknya melihat ke arah preseden internasional, khususnya model peraturan yang dibuat oleh Inggris, yang mendelegasikan pengawasan AI kepada badan-badan pemerintah tertentu daripada bergantung pada satu lembaga terpusat.
Masih ada pertanyaan penting mengenai lembaga AS mana yang akan memikul tanggung jawab utama. Kandidat potensial meliputi:
– Badan Keamanan Nasional (NSA)
– Kantor Direktur Siber Nasional Gedung Putih
– Kantor Direktur Intelijen Negara
Selain itu, beberapa pejabat telah menyarankan revitalisasi Pusat A.I. Standar dan Inovasi, sebuah entitas yang didirikan pada masa pemerintahan Biden, untuk menangani tanggung jawab baru ini.
Merekonsiliasi Sinyal yang Bertentangan
Pergerakan menuju pengawasan terstruktur ini menghadirkan perubahan besar dalam arah kebijakan. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah secara terbuka memperjuangkan lingkungan peraturan yang “ringan”. Indikator utama dari sikap deregulasi ini meliputi:
- Rencana Aksi Federal: Pengumuman yang bertujuan mengurangi beban peraturan pada perusahaan teknologi.
- Ancaman Pendanaan: Peringatan bahwa pendanaan federal dapat ditahan di negara bagian yang memberlakukan peraturan yang dianggap menghambat pembangunan infrastruktur AI.
- Upaya Legislatif: “One Big Beautiful Bill” sebelumnya mengusulkan moratorium sepuluh tahun terhadap peraturan AI di tingkat negara bagian, dan mendukung pendekatan federal yang terpadu.
Brendan Carr, orang yang ditunjuk oleh Trump dan Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC), juga merupakan pendukung vokal untuk meminimalkan campur tangan pemerintah di sektor AI. Dorongan saat ini untuk membentuk kelompok kerja pengawasan formal menunjukkan bahwa meskipun pemerintah menentang peraturan yang membatasi, pemerintah juga berupaya untuk membangun kontrol prosedural dan visibilitas terhadap teknologi AI yang sedang berkembang.
Mengapa Ini Penting
Perkembangan ini menyoroti kompleksitas kebijakan teknologi modern. Hal ini menimbulkan pertanyaan kritis tentang bagaimana pemerintah AS ingin menyeimbangkan inovasi dan keamanan. Dengan terlibat langsung dengan raksasa teknologi seperti OpenAI dan Google, pemerintah memberikan isyarat bahwa meskipun mereka tidak ingin menghambat pertumbuhan, pemerintah mengharapkan adanya akuntabilitas dan transparansi dari perusahaan-perusahaan yang mendorong revolusi AI.
Intinya: Pemerintahan Trump beralih dari deregulasi murni menuju model pengawasan federal yang terkoordinasi, dengan tujuan menetapkan aturan keterlibatan yang jelas bagi pengembang AI tanpa menerapkan pembatasan ketat seperti yang terjadi di yurisdiksi lain.






























