CLOiD LG: Masa Depan Robot Rumahan, atau Hanya Awal yang Lambat?

10

LG meluncurkan robot rumah barunya, CLOiD, di CES 2024, menjanjikan masa depan di mana pekerjaan rumah tangga dilakukan secara otomatis. Robot ini dirancang untuk menangani tugas mulai dari mencuci hingga memasak, dan bahkan keamanan rumah, beroperasi melalui kombinasi AI, kamera, dan platform rumah pintar ThinQ LG.

Visi: Asisten yang Didukung AI

CLOiD bukan sekadar gadget; ini merupakan upaya LG untuk menciptakan “agen perawatan ambien” yang terintegrasi secara sempurna ke dalam kehidupan sehari-hari. Robot ini memanfaatkan model bahasa penglihatan untuk memahami lingkungan sekitarnya dan merespons perintah verbal, mirip dengan Siri. Berbeda dengan robot domestik sebelumnya seperti Amazon Astro atau EBO X dari Enabot, CLOiD memiliki fitur tubuh bagian atas penuh dengan lengan, yang dirancang untuk interaksi fisik dengan objek.

Tayangan Langsung: Lambat dan Terbelakang

Namun kenyataannya jauh dari hype. Selama demonstrasi di CES, CLOiD bergerak lambat, kesulitan melakukan tugas-tugas sederhana seperti melipat cucian atau menyiapkan sarapan. Robot membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melakukan tindakan dasar, seperti memilih susu dari lemari es. Model LG “Zero Labour Home”, di mana robot menangani semua tugas sementara manusia bersantai, masih lebih bersifat aspirasional daripada praktis.

Ketersediaan dan Kekhawatiran

Tanda tanya terbesar adalah kapan CLOiD akan benar-benar tersedia bagi konsumen. LG belum mengumumkan tanggal rilisnya, dan penafiannya sendiri menyatakan bahwa produk tersebut “sedang dikembangkan” dengan potensi perubahan spesifikasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai apakah CLOiD merupakan produk asli yang siap dipasarkan, atau sekadar alat pemasaran untuk ekosistem rumah pintar LG yang lebih luas.

Kinerja robot yang lambat dan ketersediaan yang tidak terbatas menunjukkan bahwa robot ini masih jauh dari merevolusi pekerjaan rumah tangga. Meskipun konsep rumah yang sepenuhnya otomatis menarik, kondisi CLOiD saat ini lebih terasa seperti bukti konsep daripada produk jadi. LG tampaknya bertaruh pada potensi jangka panjang dari robotika bertenaga AI, namun untuk saat ini, konsumen mungkin masih lebih baik mencuci pakaian sendiri.