Beyond Electrodes: Science Corp. Mempersiapkan Uji Coba Antarmuka Otak-Komputer Biohibrid

12

Science Corporation, sebuah startup bioteknologi yang dipimpin oleh mantan presiden Neuralink Max Hodak, mengubah paradigma antarmuka otak-komputer (BCI). Beralih dari probe logam tradisional, perusahaan ini bersiap untuk melakukan uji coba pertamanya pada manusia menggunakan pendekatan biohibrid —sebuah metode yang berupaya menjembatani kesenjangan antara elektronik digital dan biologi hidup.

Perbatasan Biologis Baru

Inovasi inti terletak pada sensor “biohybrid” perusahaan. Sementara pemimpin industri seperti Neuralink menggunakan elektroda kaku untuk menembus jaringan otak, Science Corp. bertujuan untuk mengintegrasikan neuron yang dikembangkan di laboratorium langsung ke perangkat keras mereka.

Visi tersebut, yang didukung oleh Chief Science Officer Alan Mardinly dan penasihat ilmiah Dr. Murat Günel (Ketua Bedah Saraf di Yale Medical School), adalah menciptakan perangkat yang dapat:
Elektronik menyediakan kekuatan pemrosesan dan perekaman data.
Neuron yang dikembangkan di laboratorium bertindak sebagai jembatan biologis, berintegrasi secara alami dengan sel otak pasien sendiri.
Denyut cahaya digunakan untuk merangsang neuron ini, memungkinkan komunikasi yang lebih organik dengan otak.

Pendekatan ini mengatasi kelemahan kritis dalam teknologi BCI saat ini: kerusakan jaringan. Elektroda logam tradisional sering kali menyebabkan jaringan parut dan peradangan, yang seiring waktu dapat menurunkan kinerja perangkat. Dengan menggunakan komponen biologis, Science Corp. berharap dapat menciptakan koneksi yang lebih stabil dan tahan lama.

Strategi Uji Coba pada Manusia

Perusahaan mengambil jalur yang pragmatis dan penuh perhitungan menuju pengujian pada manusia. Daripada segera meminta persetujuan FDA untuk kelas perangkat baru, mereka berencana untuk menargetkan pasien yang sudah memerlukan bedah saraf besar.

Peta Jalan Klinis:

  1. Target Demografi: Pasien yang menjalani kraniotomi (misalnya korban stroke yang perlu mengurangi pembengkakan otak) akan menjadi kandidat utama.
  2. Prosedurnya: Daripada menusuk otak, sensor—yang kira-kira seukuran kacang polong dan berisi 520 elektroda—akan ditempatkan di atas korteks di dalam tengkorak.
  3. Tujuan Awal: Fase pertama akan menguji versi sensor tanpa neuron yang tertanam untuk mengevaluasi keamanannya dan kemampuannya merekam aktivitas otak secara efektif.

Dari Memulihkan Penglihatan hingga Mengobati Parkinson

Science Corp. bukanlah pendatang baru dalam teknologi medis. Perusahaan baru-baru ini mengakuisisi PRIMA, sebuah perangkat yang dirancang untuk memulihkan penglihatan pada pasien dengan degenerasi makula, yang saat ini sedang dalam tahap persetujuan peraturan di Eropa.

Namun, tujuan jangka panjang Hodak dan timnya jauh lebih ambisius: peningkatan kualitas manusia dan pembalikan penyakit.

“Saya membayangkan sistem biohibrid ini menggabungkan [elektronik dan biologi],” kata Dr. Günel. “Pada penyakit Parkinson… kita tidak dapat menghentikan perkembangan penyakit ini… sedangkan jika Anda benar-benar dapat mengembalikan sel-sel [yang ditransplantasikan] ke dalam otak, melindungi sirkuit-sirkuit tersebut, ada kemungkinan… kita dapat menghentikan perkembangan penyakit tersebut.”

Potensi penerapannya sangat luas:
Pemantauan Neurologis: Memberikan peringatan dini terjadinya kejang pada pasien tumor.
Pengobatan Regeneratif: Menggunakan stimulasi listrik untuk mendorong penyembuhan kerusakan sumsum tulang belakang atau sel otak.
Penanganan Penyakit: Beralih dari sekadar menutupi gejala (seperti tremor pada Parkinson) hingga benar-benar melindungi dan memperbaiki sirkuit saraf.

Jalan ke Depan

Meskipun penilaiannya mencapai $1,5 miliar dan pengujian yang sukses pada tikus, jalur menuju penggunaan klinis secara luas masih panjang. Perusahaan masih harus menyempurnakan proses menumbuhkan neuron tingkat medis dan menavigasi dewan etika medis yang kompleks. Dr. Günel berpendapat bahwa bahkan dengan jangka waktu yang optimis, uji coba pada manusia mungkin baru dimulai pada 2027.


Kesimpulan: Dengan menggabungkan biologi yang dikembangkan di laboratorium dengan sensor digital, Science Corp. berupaya mengubah teknologi BCI dari “mendeteksi” sinyal otak menjadi “mengintegrasikannya”, sehingga berpotensi mengubah neuroprostetik dari alat sederhana menjadi terapi regeneratif.